Hindari Kerugian Petani Terpaksa Jual Cengkeh Kondisi Mentah

POSTotabuan.com – Hujan deras yang setiap hari mengguyur Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ( Boltim), membuat para petani cengkeh harus memutar otak. Agar tidak mengalami kerugian lebih besar, meraka yakni petani terpaksa harus mejual mentah cengkeh yang sudah di panen.

Salah satu petani cengkeh di Desa Tutuyan, Hendi Paputungan mengatakan hujan yang terus megguyur Boltim, membuat mereka tidak nyaman dan was-was, sehingga buah cengkeh sudah di panen terpaksa dijual mentah.

“Menghindari cengkeh rusak, kami terpaksa jual mentah, agar kerugian tidak bertambah, “ kata Hendi, kepada wartawan Minggu (2/8/2020).

Hal yang sama dikatakan petani lainnya, Chindi Limo ia mengaku berapa hari belakangan cengkehnya rusak dan berwarna putih, dikarenakan tidak dapat sinar matahari.

Menurut dia, dalam sehari, rata-rata kerugiannya sebesar Rp 300 ribu karena hasil panennya harus dijual dalam kondisi mentah. “Dijual mentah untuk hindari kerugian yang lebih besar pak. Kalau tunggu keringnya baru dijual pasti sudah rusak karena cuaca jelek begini, “ tutur Chindi, yang juga wartawan timurexpres ini.

Selain para petani. Kerugian yang sama juga kini dialami oleg para pengumpul cengkeh di Desa Kotabunan dan Bulawan. Mereka mengaku kesulitan, kewalahan dan bingung dengan kondis saat ini.

“Sekarang kami bingung  untuk mengambil semua hasil panen petani. Ya, itu tadi kendalanya tidak ada sinar matahari kasian. Jadi untuk petani kita tampungkan saja dulu cengkehnya, masalah bayaran nanti menyusul,” ungkap para pengumpul cengkeh.

Terpantau media ini, para petani dan pengumpul cengkeh mencari solusi terbaik agar mereka tidak terlalu merugi dengan kondisi cuaca yang hujan terus.(far)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*