Penyebaran Covid-19 di Boltim Terkendali

POSTotabuan.com – Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berhasil di cegah atau di tekan oleh karena adanya upaya pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kominfo Boltim, Hamdi Egam mengatakan Boltim masih zona hijau hal itu karena Bupati Boltim Sehan Landjar selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang tidak kenal lelah, tanpa henti melaksanakan edukasi langsung di desa-desa menjelaskan tentang apa covid-19, bagaimana cara penyebarannya, apa indikasi gejalanya, dan upaya pencegahnya.

Selain langkah tersebut kata dia, pemerintah daerah juga menjalankan pengendalian melalaui Tim Gugus Tugas dengan mendirikan Pos di lima pintu perbatasan dengan daerah tetangga untuk melaksanakan pengawasan, pemantauan arus barang dan orang dari luar dan bahkan dari dalam Boltim sendiri tidak luput diawasi.

“Dalam upaya yang sama, pemerintah melalui instruksi bupati melaksanakan pengadakan bahan kebutuhan pokok yang dibagikan kepada masyarakat yang terdampak akibat pembatasan aktivitas warga di luar daerah bahkan di dalam Boltim juga dibatasi, “ kata Hamdi, melalui press rilis yang di kirim lewat pesan WhatsApp, Senin (13/7/2020).

Lanjut dia, konsekwensi dari semua kegiatan tersebut, tentu butuh anggaran dari pemerintah daerah dalam hal pengadaan sembako, pengadaan alat kesehatan (APD), mami petugas pos jaga selama 24 jam dalam beberapa bulan, insentif TNI dan Polri dan lain-lain terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kesimpulannya adalah bahwa penyebaran covid-19 di Bolaang Mongondow Timur dapat di cegah sehingga masuk dalam Green Zona penyabaran covid 19 oleh karena upaya yang cepat dan tanggap dari pemerintah daerah dalam penanganan serta kepatuhan masyarakat atas anjuran pemerintah. Ini yang membuat bupati bangga karena masyarakat Boltim sangat patuh dan partisipatif dalam mengantisipasi penyebaran covid-19, “ jelas Hamdi.

Logika yang benar kata dia adalah penyebaran Covid-19 di Boltim rendah bahkan dapat di tekan oleh karena adanya kucuran anggaran dari pemerintah daerah.

“Jadi keliru apabila ada pemikiran dan statmen yang menyatakan bahwa penyebaran covid rendah harus dengan anggaran sedikit. Ini alur berpikir kontra produktuif terhadap kinerja Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Boltim, “ tukasnya.

redaksi

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*