foto ist
foto ist

Jeritan Petani Cengkeh

POSTotabuan.com – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itu yang dialami para petani cengkeh di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara (Sulut).

Meski mulai panen buah cengkeh, namun para petani tidak bisa memperoleh keuntungan maksimal lantaran harganya anjlok. Selain itu, curah hujan yang tinggi di Boltim belakangan kian meresahkan para pemilik cengkeh. Jeritan itu pun lengkap lantaran para pemanjat atau buruh cengkeh susah didapat.

“Selain harga anjlok cuma Rp 55 ribu perkilogram untuk cengkeh kering, kami juga resah karena hampir setiap hari terjadi hujan. Lebih mengecewakan lagi kami sulit mencari pemanjat cengkeh, “ kata Ridwan, petani cengkeh di Desa Atoga, Kecamatan Motongkad.

Petani lainnya mengatakan harga jual cengkeh tahun ini turun drastis dibanding tahun sebelumnya yang pernah mencapai harga tertinggi Rp 125 ribu per kilogram.

“Sangat turun dari tahun sebelumnya. Minggu lalu saya tanya harga sekilo Rp 60 ribu. Semalam saya tanya lagi sudah turun menjadi Rp55 ribu sekilo,” ujar Fandi, petani cengkeh di Tutuyan.

Dikatakannya, jika harga cengkeh terus bertahan dengan harga saat ini, maka banyak petani yang akan merugi karena tidak mampu lagi panen buah cengkeh.

“Harga dipasaran tidak sebanding dengan ongkos pemeliharaan dalam setahun. Ditambah lagi hujan setiap hari sehingga kami kesulitan menjemur hasil panen, jadi otomatis kami petani merugi, “ ungkap Fandi.(far)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*