foto ist
foto ist

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat di Boltim 

Boltim, POSTotabuan.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Richlany Mamonto mengatakan selama pandemi Covid-19 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan.

“Sejak bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2020 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun 2019, “ kata Richlany, Kamis (25/6/2020).

Menurut dia, selama enam bulan terakhir tercatat 5 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 14 kasus kekerasan terhadap anak. Kasus kekerasan terhadap perempuan meliputi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pelecehan seksual secara fisik maupun verbal.

Sedangkan kasus kekerasan yang dialami anak-anak meliputi kekerasan seksual yakni pencabulan dan pemerkosaan dan kekerasan fisik.

Hal ini kata dia, sangat mengkhawatirkan karena pelaku kejahatan diduga tak lain dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti, suami, ayah, paman maupun tetangga.

“Dengan adanya peningkatan kasus ini P2TP2A Boltim bersama YLBH dan Polres Boltim, akan mengawal kasus ini agar ada efek jera bagi para pelaku, ” tegas Richlany.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua untuk menjaga, mengawasi, mendampingi dan memberikan pengertian kepada anak-anak agar waspada terhadap orang asing dan jangan mudah percaya dengan orang-orang terdekat.

“75 persen pelaku kejahatan terhadap perempuan dan anak adalah orang-orang terdekat, “ imbuhnya.

redaksi

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*