foto ist
foto ist

Karantina Pernah Terjadi Kepada Nabi Yunus di Perut Ikan Paus Selama 40 Hari

POSTotabuan.com-Jauh sebelum wabah penyakit menular terjadi, seperti virus corona atau Covid-19 yang sekarang ini telah menyebar diseluruh negara. Karantina atau pembatasan aktifitas juga pernah terjadi pada Nabi Yunus Alaihisalam (AS).

Dilansir laman iNews.id, Nabi Yunus Alaihisalam, ibnu Mata mendapat teguran dari Allah SWT atas sikapnya yang pergi meninggalkan kaumnya.

Nabi Yunus diutus oleh Allah untuk mengajak penduduk kota Nainawi, yaitu suatu kota besar yang terletak di negeri Mausul (Mosul) Irakberiman kepada Allah.

Namun, mereka menolak dan tetap tenggelam di dalam kekafirannya. Maka Yunus pergi meninggalkan mereka dalam keadaan marah seraya mengancam mereka bahwa dalam waktu tiga hari lagi akan datang azab dari Allah.

Nabi Yunus lalu menaiki perahu bersama suatu kaum. Di tengah laut, perahu oleng; mereka merasa takut akan tenggelam (karena keberatan penumpang).

Kemudian diadakan undian untuk menentukan siapa yang bakal dilemparkan ke dalam laut untuk meringankan beban muatan perahu. Ternyata undian jatuh ke tangan Yunus hingga tiga kali.

Maka Yunus as melucuti pakaiannya dan menceburkan diri ke dalam laut. Saat itu Allah telah memerintahkan kepada ikan paus dari laut hijau membelah lautan dan sampai di tempat Yunus, lalu menelannya saat Yunus menceburkan diri ke laut.

Allah telah memerintah­kan kepada ikan paus itu, “Janganlah kamu memakan secuil pun dari dagingnya, jangan pula mematahkan tulangnya, karena sesungguhnya Yunus itu bukanlah rezeki makananmu, melainkan perutmu Aku jadikan sebagai penjara buatnya.

Zun Nun adalah nama ikan paus itu menurut riwayat yang sahih, lalu dikaitkan dengan nama Nabi Yunus karena ia ditelan olehnya.

Ikan paus itu membawa Yunus menyelam hingga sampai di dasar laut, lalu Yunus mendengar suara tasbih batu-batu kerikil di dasar laut.

Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan besar selama empat puluh hari. Selama berada dalam perut ikan itu, Nabi Yunus memanjatkan doa, yaitu,

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (QS. Al Anbiya: 87).

Di dalam hadis Nabi Saw. telah disebutkan anjuran untuk membaca doa ini di saat tertimpa musibah.

Rasulullah Saw. bersabda: “Asma Allah yang apabila disebutkan dalam doa, pasti Dia memperkenankannya; dan apabila diminta dengannya, pasti memberi, yaitu doa Yunus ibnu Mata.”

Wallahu A’lam Bish Showab.

(Sumber: Tafsir Ibnu Katsir/quranpustaka)

Artikel ini sudah terbit di iNews.id Sabtu, 11 April 2020

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*