Bupati Boltim Tak Ingin Warganya di Rapid Tes

Boltim, POSTotabuan.com-Bupati Bolaang Timur (Boltim) Sehan Landjar mengatakan jika ada warga Boltim mengalami sakit atau kurang sehat, sebaiknya tidak usah di rapid tes atau swab.

Pasalnya, menurut dia, kalau di rapid tes kemudian menunjukan reaktif Covid-19 dan dirujuk ke rumah sakit, maka yang diakukan oleh pihak rumah sakit hanya memberikan vitamin E atau C.

“Virus corona tidak ada obatnya, jadi tidak usah di rapid tes atau swab. Kalau ada warga Boltim yang kurang sehat sebaiknya berobat saja sendiri, itu baik lebih baik daripada kita kerumah sakit, “ ujar Bupati, kepada wartawan saat meninjau stok sembako tahap dua di BPU Tutuyan, Rabu (10/6/2020).

Bahkan kata Bupati, jauh lebih berbahaya adalah penyakit kangker, DBB, darah tinggi dan penyakit jantung kerena jumlah kematian akibat penyakit ini dalam empat bulan sudah enam ribuan bahkan mungkin tembus sepuluh ribu orang. Sementara yang mati dengan Covid yang menggegerkan dunia jumlah kematian di Indonesia baru seribu lebih. Itu pun  rata-rata karena alasan ada penyakit bawaan seperti asma, paru-paru dan ginjal.

“Jadi virus corana bukanlah penyakit menakutkan atau penyakit pembunuh. Meski begitu saya minta warga tetap waspada, “ kata Bupati

Menurutnya, virus apa saja kalau kena ke orang yang anti bodinya lemah memang berbaya. Jangan virus, ditikam lebah saja kalau orang yang lagi punya penyakit kronis itu bisa berbabaya.

“Orang punya penyakit hiprtensi kalau ditikam lebah bisa mati, karena dia pemicuh darah. Jadi ternyata, virus corona bukan pembunuh utama, “ ujarnya.

Untuk itu Bupati Sehan Landjar meminta agar isu virus corona ini sebaiknya segera dihentikan.

“Kalau boleh hentikanlah isu ini, karena uang negara nanti akan terkuras, “ pungkasnya.(far)

 

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*