Tangkap Ikan Pakai Bom Masih Terjadi di Laut Boltim

POSTotabuan.com, Boltim-Kebiasaan menangkap ikan dengan cara merusak atau pakai bom masih terjadi di perairan laut Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara (Sulut).

Informasi dari sejumlah nelayan Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, penangkapan ikan dengan cara merusak dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab sampai saat ini masih terus terjadi. Tak hanya bom atau bahan peledak saja, mereka juga pakai racun seperti sianida dan potasium.

“Selain pakai bom, para pelaku ini juga menggunakan racun seperti sianida dan potasium. Cara ilegal fishing seperti ini berdampak buruk dan memyebabkan biota laut rusak. Sumber daya ikan turun serta mengancam lingkungan perairan, “ ujar sejumlah nelayan kepada wartawan baru-baru ini.

Terkait dengan hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) beberapa hari lalu menangkap tiga orang warga Boltim pelaku penangkapan ikan dengan perusakan (destructive fishing) melalui pengeboman di wilayah perairan sebelah Timur Pulau Kumeke, Kabupaten Boltim, Sulut.

Dilansir dari laman detik.com, Direktur Jenderal PSDKP Tb Haeru Rahayu menjelaskan bahwa ketiga nelayan tersebut diamankan oleh Polsus PWP3K dan Pengawas Perikanan yang didukung oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 02 pada posisi koordinat 00°48.350′ LU dan 124°41.200′ BT. Turut diamankan beberapa barang bukti di antaranya ikan hasil pengeboman, dua botol bom ikan, perahu motor tempel, kompresor, kaca mata selam, dan satu unit jaring.

Tb Haeru menyebutkan, dalam operasi penangkapan ada upaya dari para pelaku untuk mengelabui para petugas.

“Dari barang bukti yang ditemukan, tampak sekali bahwa pelaku berusaha mengelabui aparat kami. Mereka membawa jaring dan menyembunyikan perlengkapan seperti bom ikan. Namun berkat kecermatan dan kesigapan pengawas di lapangan, para pelaku tersebut tidak dapat mengelak saat ditangkap dengan barang bukti bom ikan tersebut, “ jelas Tb Haeru, Sabtu (2/5/2020).

Kata dia, bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan berjalan sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. KKP tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku pengeboman ikan ini.

“Kami tegaskan kembali bahwa sesuai arahan Pak Menteri kami akan tindak tegas para pelaku ilegal fishing dan destructive fishing meskipun di masa tanggap darurat COVID-19 ini, “ tegasnya.

TB Haeru mengatakan kenapa penangkapan ikan menggunakan bom tetap tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun karena selain sangat merusak sumber daya ikan dan lingkungannya, perilaku ini juga sudah sangat sering mencelakai pelakunya sendiri.

Sumber detik.com

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*