Pulau Nenas Jadi Alternatif Warga Rayakan Lebaran Ketupat di Tengah Wabah Corona

Lebaran ketupat yang sudah menjadi tradisi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) khususnya warga Kabupaten Bolaang Mongondow (Boltim), yang biasanya dirayakan setelah seminggu Idul fitri. Tahun ini dipastikan tidak akan dirayakan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya karena dampak dari wabah virus corona atau Covid-19.  

Namun, bagi masayarakat Boltim khusunya warga Kecamatan Kotabunan dan Tutuyan, dimana lebaran ketupat ini sudah melekat atau telah menjadi tradisi sejak beberapa tahun belakangan. Untuk menjaga lebaran ketupat ini tetap ada, warga tetap melaksanakannya, tetapi bukan lagi di depan rumah warga masing-masing yang menyediakan berbagai menu masakan.

Alternatifnya, untuk menghindari ancaman wabah virus corona, warga melilih Pulau Nenas sebagai tempat untuk merayakan lebaran ketupat tahun ini.

“Selain menghindari ancaman virus corona, merayakan lebaran ketupat di pulau nenas karena ingin menikmati keindahan pulau ini, “ ungkap pak Fitro warga Bulawan, Sabtu (30/5/2020).

Warga lain juga mengatakan, alasan mereka merayakan lebaran ketupat di pulau nenas karena terinspirasi dari banyaknya manfaat yang terkandung di dalam air laut. Mereka berkeyakinan, salah satu khasiat air laut yakni mampu menghalau virus termasuk virus corona.

“Meskipun kebenarannya belum pasti bahwa mandi di air laut bisa mencegah virus corona. Tapi kami berkeyakinan berendam di air laut bisa menghalau berbagai virus salah satunya virus corona. Ini alasannya kami mau datang di pulau yang memiliki keindahan pasir putih ini, “ kata sejumlah warga yang meminta nama mereka tidak di publis.

Nah, bagi warga Bolaang Mongondow Timur yang mau merayakan lebaran ketupat tahun ini agar terhindar dari ancaman virus corona bisa datang di pulau nenas pada Minggu 31 Mei 2020. Tapi diingatkan, karena diperkirakan banyak orang akan berkujung di pulau ini, maka tetap memperhatikan protokol kesehatan, jaga jarak pakai masker, bawa handsanitiser dan jangan lupa badan sering diceburkan ke laut kemudian memakai sabun, agar terhidar dari virus corona.(far)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*