Menyayat Hati Keluarga Ketika Lihat Alm DM Dimakamkan Pakai Protab Covid-19

POSTotabuan.com, Boltim-Anak, cucu, ponakan, keluarga dan istri tercinta Almarhum DM (61), warga Desa Bulawan Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) hancur ketika melihat mendiang almarhum harus dimakamkan menggunakan mekanisme protap Covid-19. pada Jumat,  (1/5/2020) dini hari pukul 02.10 wita di pekuburan Silon Desa Kotabunan.

Meski hasil swab belum keluar, namun keluarga meyakini bahwa almarhum meninggal bukan karena postif Covid-19. Salah satu ponakan Almarhum, Arief Makalalag mengisahkan bahwa almarhum Ama (Paman) memang sudah dua tahun sakit jantung koroner dan usus bahkan sering kambuh. Dan pada empat malam lalu penyakit jantungnya kambuh dan lebih parah sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit, hingga meninggal dunia pada Kamis (30/4/2020).

“Yang bikin keluarga heran kenapa Ama (almarhum,red) bisa jadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dikuburkan pakai protab Covid-19. Padalah selama hidupnya almarhum tidak pernah keluar rumah bahkan dalam keadaan sehat-sehat, “ ungkap Arief.

Bupati Boltim Sehan Landjar juga mengakui bahwa almarhum DM, sudah lama mengidap penyakit dalam, antaranya asma dan usus perut.

Meskipun belum ada hasil swab dari pihak rumah sakit, namun kata Sehan ditetapkan DM sebagai PDP oleh Rumah Sakit Kandou Manado adalah sebagai protap kepada semua pasien yang berpotensi terpapar virus corona.

Kepada keluarga almarhum, Sehan mengucapka turut berduka. Semoga almarhum DM di ampuni segala dosanya dan diberi tempat yang baik oleh Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.

Demikian juga Sehan menghimbau kepada seluruh warga Boltim untuk memberi motivasi kepada keluarga yang berduka, serta hindari stigma negatif berkaitan dengangn covid-19 atau virus corona.

“Ini bukan aib atau hal yang memalukan namun kita harus  lebih waspada atas penyebarannya yg semakin masif, dengan selalu menjaga kebersihan, cuci tangan dengan sabun, berdiam diri di rumah kurangi aktifitas di luar rumah jika tdk penting, dan selalu gunakan masker jika di luar rumah, serta sering minum air hangat dan menjaga ketahanan tubuh untuk kesehatan kita semua. Pada prinsipnya saya harapkan agar rakyat Boltim tingkatkan kedisiplinan, demi kebaikan kita semua, “ imbuhnya.

“Terimakasih juga kepada keluarga, masyarakat dan tim gugus tugas yang telah melaksanakan pemakaman kepada almarhum dengan aman dan lancar, “ tambahnya.

Diketahui almarhum DM meninggal dunia di Ruang Isolasi Irina F Rumah Sakit Kandou Manado, sekira pukul 19.05 Wita. Diagnosis Penyakit Suspect Pneumonia, Suspect HHD, Anemia dan TB Paru. Almarhum sebelumnya dirawat di Puskesmas Kotabunan selama satu hari, kemudian dirawat di RS Ratatotok selama dua hari.

Pelaksanaan pemakaman kepada almarhum DM dipimpin langsung oleh Kapolres Boltim AKBP Irham Halid, Kadis Kesehatan Boltim Eko Marsidi bersama TNI Kodim 1303 Bolmong dan Tim Gugus tugas. Pemakaman sesuai SOP Covid-19 berjumlah delapan orang, dengan menggunakan alat pelindung diri atau APD.(far)

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*