Bupati Boltim Geram Dengan Edaran Kemendes dan Kemendagri

POSTotabuan.com, Boltim- Ditengah merebaknya Pandemi Covid-19, Kementrian Desa (Kemendes) dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) melayangkan surat edaran yang tidak sinkron dengan pemerintah daerah. Hal itu membuat Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar geram.

Sehan mengatakan bahwa surat edaran yang di keluarkan pemerintah pusat membingungkan pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk kepentingan yang bersifat mendesak.

Pasalnya kata dia, sebelumnya turun surat dari Kemendes bahwa dana desa disebutkan hanya dapat digunakan untuk proyek padat karya, dan tidak boleh digunakan untuk pembelian sembako serta alat kesehatan seperti masker dan belanja program antisipasi virus corona.

Selanjutnya, seminggu kemudian menyusul surat dari Mendagri memerintahkan gubernur, bupati dan walikota segera perintahkan kepala desa untuk lakukan perubahan APBDes dengan cara di musyawarahkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggaran digunakan untuk penanggulangan pencegahan penyebaran wabah virus corona baik pembelian sembako, masker, disinfektan, dan bencana alam lainnya.

“Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa, perubahan tersebut bersifat mendesak dan tidak perlu di evaluasi oleh bupati atau walikota. Ini kan mengacaukan, “ tegasnya kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Menurutnya, bahwa surat edaran tersebut menyulitkan pemerintah daerah dalam hal pertanggungjawaban anggaran. Bayangkan, jika dana desa digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), kalau tidak dikontrol oleh bupati atau walikota ini akan menyulitkan para sangadi (kepala desa) dalam pertanggungjawaban.

“Dana desa tetap menjadi tanggung jawab seorang bupati dan walikota. Kalau edaran ini dijalankan, sebentar siapa yang bertanggungjawab? apakah Kemendes dan Kemendagri?. Dandes merupakan bahagian dari pendapatan pemerintah daerah. Kalau menteri tidak percaya, jangan di generalisir dong, tidak semua bupati yang tidak amanah. Apabila itu ada dalam pikiran para menteri, saya tolak itu karena potensi kebocorannya sangat besar, “ tegasnya.(far)

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*