Bupati Tegaskan Tanggap Darurat Penanganan Covid-19 Selama 2 Bulan

POSTotabuan.com, Boltim-Bahaya Virus Covid-19 atau Virus Corona yang mematikan ini, membuat Bupati Bolaang  Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar tidak tenang.

Demi melindungi warganya tidak terjangkit virus berbahaya ini, bupati dua periode ini terus melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya menginstruksikan kepada jajaran satuan kerja terkait melakukan penjagaan di pintu masuk perbatasan Boltim.

Rabu (25/3/2020) orang nomor satu di Kabupaten Boltim ini kembali menginstruksikan kepada Wakil Bupati, Sekertaris Daerah serta jajaran satuan kerja terkait, bergerak cepat dalam penanganan Covid-19.

Dia menegaskan bahwa masa tanggap darurat penanganan Covid-19 di Kabupaten Boltim di upayakan selama dua bulan, yakni mulai berlaku sejak tanggal 30 Maret sampai dengan 30 April 2020.

“Karena pentingnya upaya pemantauan pencegahan dan penanggulangan penyebaran Virus Covit-19 di wilayah Boltim maka di instruksikan kepada Wakil Bupati  dan Sekda sebagai koordinator segera lakukan perhitungan pergeseran anggaran baik Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Desa, “ kata Sehan.

Kepada Badan Ketahanan Pangan dia meminta untuk menghitung jumlah kebutuhan Sembako untuk 10. 000 kepala keluarga selama masa berlaku tanggap darurat sesuai keputusan BNPB dan Pemprov  Sulut.

Dia juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan menghitung kebutuhan anggaran untuk kelengkapan sarana baik pembelian masker, alat semprot, pemasangan tenda di wilayah perbatasan, pengeras suara dan ber berkoordinasi dengan Dinas Sosial mengenai hal-hal lain yang dianggap perlu.

“Segera berkoordinasi dengan Polres, TNI berkaitan sarana kebutuhan kendaraan operasional petuagas dan menghitung biaya operasional para petugas dilapangan termasuk konsumsi para petuagas dan bahan bakar kendaraan selama dua bulan kepdepan, “  tegasnya.

Kepada para Camat dan Sangadi, dia memeritahkan segera lakukan pengawasan aktifitas masyarakat di masing-masing desa dan melaporkan secara kontinyu perkembangan yang ada.

“Segera memasukkan data jumlah jiwa dan kepala keluarga untuk yang berpotensi kena dampak kesulitan ekonomi akibat pembatasan aktifitas masyarakat. Segera bentuk tim untuk penyaluran sembako, melibatkan unsur Polri, TNI, Pemda, Ormas Kepemudaan dan lain-lain yang di anggap berkompoten, “ imbuhnya.(far)

 

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*