foto ist
foto ist

Siapa Pemilik Suara Milenial di Pilkada Boltim !

PEMILIHAN Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) 2020 semakin hangat untuk dibahas. Sejumlah figur bakal calon bupati mulai kalangan politisi, birokrat, pengusaha, ketua organisasi bahkan kalangan jurnalis juga mulai nampak.

Namun, yang menarik dalam pesta demokrasi lima tahunan ini adalah generasi Milenial. Mereka menjadi salah satu komoditi politik yang paling diincar oleh para calon. Suara generasi ini, didapuk menyumbang suara terbanyak dari seluruh segmen pemilih di Bolaang Mongondow Timur.

Meskipun generasi milenial tidak selalu mendukung calon yang berasal dari generasi mereka akan tetapi, ada beberapa faktor lain yang bisa membuat para genesi ini bisa memilih calon tersebut. Langkah ini tentu harus dimanfaatkan oleh para calon.

Siapa calon yang bisa merebut hati generasi muda, maka bisa dispastikan calon tersebut akan meraup suara yang signifkan.

Dikutip dari okezone Ketua Forum Indonesia Muda Cerdas, Asep Ubaidilah, menyebutkan bahwa ada tiga kelompok partisipasi politik generasi milenial. Pertama, kelompok apatis, yakni mereka yang alergi terhadap politik bahkan menarik diri dari proses politik yang ada, biasanya kelompok seperti ini kurangnya akses informasi dan terkesan terlalu eksklusif.

Kedua, kelompok spektator yakni mereka yang kurang tertarik dengan politik tetapi terkadang masih kerap menggunakan hak pilihnya. Ketiga, kelompok gladiator yaitu generasi milenial yang sangat aktif di dalam politik seperti aktivis partai, aktivis organisasi dan milenial yang aktif sebagai pekerja kampanye.

“Jika merujuk hal diatas, pemilih milenial memang cenderung masuk pada kelompok apatis. Namun demikian, apatisme pemilih milenial disini bukanlah apatis yang buta dan skeptis pemikiran. Pemilih milenial lebih tepat disebut sebagai kelompok ‘Apatis yang kritis’. Mereka lebih suka berpartisipasi dalam bentuk non-konvensional, karena bagi mereka makna partisipasi politik tidak hanya dalam arena pemilu,” papar Asep.

“Generasi milenial perlu diajak karena mereka punya potensi besar, “ katanya.

riel

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*