Minim Anggaran, Dinkes Mengaku tak Bisa Bayar Gaji Tenaga Honorer


POSTotabuan.com,BOLTIM-Memblukdaknya tenaga honorer di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mencapai 170 orang, mengakibatkan sebagian dari mereka tak bisa menerima gaji.

Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi mengaku belum mampu membayar gaji sebagian dari tenaga honorer tersebut. Pasalnya, menurut dia, anggaran yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah honorer yang ada. Yang sebelumnya tahun 2018 jumlah honorer 115, sekarang bertambah menjadi 170 orang. Itu artinya, sebagian dari mereka pasti tak akan menerima gaji.

“Penyebab utama jumlah honor bertambah, sementara dari sisi keuangan anggaran kita minim, “ kata Eko, Kamis (10/10/2019).

Eko mengatakan, untuk pembayaran gaji tenaga honorer tetap mengacu pada fingerprint atau absen kehadiran. “Yang hadirnya setiap hari tentu itu yang kita bayarkan, “ tegasnya.   

Sementara Sekertaris Daerah Boltim, Oskar Manoppo juga mengakui bahwa tahun ini Pemkab Boltim kekurangan anggaran,

“Jangankan gaji honorer, kami ASN juga bakal tidak menerima tunjangan kinerja daerah (TKD). Dilihat dari kondisi anggaran, sekitar tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2019 ASN tidak dapat tunjangan, “ jelasnya.

Oskar mengatakan faktor lain menyebabkan Boltim kekurangan anggaran karena adanya hajatan politik Pilkada 2020. Dua lembaga KPU dan Bawaslu meminta anggaran lebih sehingga menyedot APBD Boltim.  

“Jika angggaran yang diminta oleh penyelengara Pilkada KPU dan Bawaslu Boltim sebanyak itu, konswekuensinya ada beberapa angaran untuk satuan kerja yang akan kita pangkas. Jadi kita mesti merasionalisasi anggaran karena adanya kegiatan politik Pilkada Boltim, “ terangnya.

rhul

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*