Petani Jagung di Boltim Menganggur Akibat Kemarau

POSTotabuan.com,BOLTIM— Sejumlah petani jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menganggur karena lahan pertanian garapannya kering tidak bisa digunakan bertani. Hal ini sebagai dampak musim kemarau yang sudah berlangsung hampir tiga bulan.

“Sekarang kami tidak bisa menanam jangung karena lahan yang ada kekeringan. Jadi terpaksa harus mengaggur dulu, “ kata sejumlah petani di Desa Tutuyan, Minggu (29/9/2019).

Mereka mengatakan sebagian besar masyarakat Desa Tutuyan Bersatu profesinya sebagai petani dengan menggarap sejumlah tanaman pangan salah satunya jagung yang menjadi andalan. Namun dampak kemarau yang berlangsung lama, lahan garapan petani sudah keras mengering tidak bisa bercocok tanam karena tidak ada pasokan air.

“Yang kami lakukan sekarang pembersihan lahan, nanti ketika hujan baru akan ditanami jagung, “ kata mereka.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distank) Boltim Setiono mengatakan bahwa mereka telah menyiapkan mesin pompa air untuk petani di Botim. Hal ini untuk mengantisipasi musim kemarau panjang.

“Satu-satunya cara untuk membantu petani yanglahannya mengalami kekeringan adalah menyiapkan alsintan berupa mesin pompa air, “ kata Setiono.

Menurut dia, mesin pompa air tersebut nantinya akan dipinjamkan secara gratis bagi yang membutuhkan, supaya petani bisa memanfaatkan dalam hal ini menyedot air, dibeberapa sumber air dekat lahan perkebunan baik itu di sungai maupun rawa.

“Bagi petani yang butuh silakan pinjam, karena ada enam buah pompa yang kami sediakan, “ kata dia.

rhul

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*