Tarif Air PAM Mencekik, Pelanggan Menjerit

POSTotabuan.com,BOLTIM-Warga Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, kecewa dengan pemutusan meteran air PAM oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kepada pelanggan.

Menurut keterangan Sahril Tangoi kepada wartawan ia memang menunggak pembayaran air PAM selama 2 bulan, yakni bulan Mei dan Juni. Herannya, total tagihan yang dibebankan sebasar Rp 1.925 ribu (satu juta sembilan ratus dua puluh lima ribu).

“Kaget dengan tagihan tersebut, karena sebelumnya meskipun pernah menunggak tapi tiak pernah sebesar itu. Saya terpaksa mengeluh, kalau bisa saya kurangi dulu tagihannya Rp 200 ribu, tapi maunya petugas PDAM Rp 350 ribu, karena tidak dapat saya sanggupi mereka metuskan meteran air yang ada, “ ungkapnya.

“Kami merasa seperti diperas oleh petugas PDAM, karena menarik tarif yang tidak sesuai. Bahkan tarifnya sangat mencekik leher pelanggan yang rata-rata tidak mampu,” keluh Sahril, yang sehari-hari disapa Om Ino.

Terkait hal ini, pihak PDAM Kotabunan, belum memberikan keterangan karena belum dapat dikonfirmasi.

faruk langaru

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*