Ketika Figur Birokrat Diminati pada Pilkada Boltim

POSTotabuan.com, BOLTIM-Panggung politik lima tahunan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) makin hangat untuk dibahas. Pasalnya, selain beberapa figur politisi yang menyatakan siap maju di pemilhan kepala daerah (Pilkada) Boltim tahun 2020.

Figur dari kalangan birokrat, tampaknya saat ini mendapat ruang paling terbuka dalam pilkada serentak yang akan dilaksanakan bulan September 2020 nanti. Bahkan paling diminati masyarakat Bolaang Mongondow Timur. Sebut saja, nama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Oskar Manoppo, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Robi Mamonto, dan Uyun Pangalima, sebagai Camat Modayag.

Beberapa masyarakat berpendapat bakal calon kandidat yang bermodalkan pengalaman yang cukup di pemerintahan sebagai birokrat, tentu akan memberikan peluang untuk mendapatkan amanah masyarakat sebagai pemilih.

“Modal pengalaman yang cukup di pemerintahan sebagai birokrat memiliki besar peluang untuk mendapatkan amanah masyarakat di pilkada mendatang. Ketika terpilih nanti, tentu mereka sudah paham dan tahu betul tentang manajemen pemerintahan, baik dari segi pengelolaan keuangan daerah maupun struktur organisasi perangkat daerah, “ ucap sejumlah masyarakat tersebut.

Robi Mamonto ketika dionfirmasi wartawan beberepa waktu lalu mengaku siap maju untuk bertarung di pilkada Boltim, bahkan dia siap mundur dari abdi sipil negara demi untuk kemajuan daerah Boltim. Menurutnya, dia sudah memikirkan rencananya tersebut dengan matang,. Keluarga, anak, istri sudah berunding.

“Saya siap mundur jadi ASN, karena sudah dipikirkan dengan matang. Pilihan itu sebuah kosekwensi, “ ujarnya.

Alansan dia kenapa maju di pilkada Boltim, tentu ingin berbuat lebih banyak untuk masayarakat. Jabatan sebagai kepala/dinas badan tentu cuma sebatas dilingkungan ASN saja. “Saya maju bukan karena ingin memperkaya diri sendiri, tapi ingin berbuat dan bermanfaat bagi banyak orang, serta menyahuti sebuah panggilan hati, “ ungkapnya.

Untuk kendaraan yang nantinya mengusungnya maju di pilkada, sejauh ini kata dia sudah ada beberapa partai politik yang menjalin komunikasi. Tapi, keinginan pimpinan partai di daerah tentu berbeda dengan di pusat. Daerah maunya lain sementara di pusat juga lain, sehingga mengantispasi hal itu, tentu harus ada jalur independen. “Tim sudah mulai bekerja, alhamdulliah sudah ada ribuan KTP yang terkumpul. Hal ini mengantisipasi jika tidak dapat tiket melalui partai politik, “ tukas Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Boltim ini.

Pun begitu dengan Oskar Manoppo, birokrat yang membawa Kabupaten Bolaang Mongondow Timur enam kali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh BPK RI, secara berturut-turut dalam hal pengelolaan keuangan daerah, menepis kabar bahwa katanya dia tidak akan maju di pilkada Boltim.

Kabar tersebut akhirnya terjawab sudah. Kamis (25/7/19) bertempat di salah satu rumh keluarganya di Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, dengan tegas Oskar menyatakan bahwa dia siap maju bertarung di pilkada Boltim.

“Saya mendapat dukungan masyarakat, makanya saya nyatakan siap maju bertarung di pilkada nanti. Niat baik ini juga sudah mendapat persetujuan dari pak bupati Boltim Sehan Landjar. Bahkan bupati telah mengizinkan saya bersosialisasi, “ ujarnya.

Lanjut dia, karena pekerjaannya melekat sebagai pegawai negeri sipil dia pun siap mundur sebagai konsekuensi untuk menjadi orang nomor satu untuk menggantikan Sehan Landjar yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 17 Februari 2021. “Ini konsekuensi untuk maju di pilkada. Jika sudah mendaftar sebagai calon bupati saya siap mundur dari ASN, “ paparnya.

Dia mengatakan, sebagai abdi negara yang sudah puluh tahun sangat mengenal potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Sehingga ini menjadi dasar untuk menata lebih baik daerah ini selama lima tahun mendatang jika dirinya diamanatkan menjadi bupati.

Terakait partai politik, dia katakan sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pengurus partai politik. “Komunikasi dengan partai politik sudah dilakukan, tetapi kalaupun tidak ada partai yang menjadi perahunya nanti, ada jalur independen. Tapi saya optimis, pasti akan ada partai yang mengusungnya,  “ pungkas birokrat yang kerap meraih penghargaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Faruk Langaru

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*