Empat Desa di Boltim Dinilai Berhasil Kelola Bumdes

POSTotabuan.com,BOLTIM- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Slamet Umbola mengataan, dari sejumlah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang sudah terbentuk di 80 desa di Kabupaten Boltim, baru empat desa yang dinilai sudah berhasil mengelola ataupun membentuk usaha.

Keempat desa tersebut, yakni Desa Atoga Timur, Desa Motongkad, Kecamatan Motongkad, Desa Idumun, Kecamatan Nuangan dan Desa Modayag, Kecamatan Modayag.

Untuk Desa Atoga Timur memiliki usaha kerajinan tangan terbuat dari tongkol jagung, usaha wisata pantai dan beberapa wisata lainnya. Dari Bumdes tersbut Atoga Timur sudah bisa menyetor ke kas desa atau PAD desa.Sementara, untuk Desa Motongkad, usahanya pengembangan ikan bandeng dan ikan mujair. Bulan Juli ini, inforamsi dari Sangadi tersebut usahanya mulai panen. Desa Idumun usahanya mengelola air minum dan itu sudah jalan dengan baik. Sedangkan untuk Desa Modayag usahanya menjual sembako dan pertamini, ini juga sudah mulai berembang.

“Pemerintah berharap, dengan kucuran dana desa yang cukup besar dilakukan pemerintah pusat, seluruh desa yang sudah membentuk Bumdes atau pun yang belum membentuk Bumdes, agar segera mengikuti apa yang sudah dilakukan empat desa tersebut guna mempercepat pembangunan di desa masing-masing, “ kata Umbola, kepada POSTotabuan.com, Rabu (10/7/19).

Sebelumnya, Bupati Boltim Sehan Landjar mengatakan desa yang berhasil mengelola badan usaha milik desa, bagi sangadi atau kepala desa-nya akan diberikan reward. Pemberian reward tersebut kata Sehan menaikan gaji sangadi yang nantinya akan dituangkan dalam peraturan bupati (perbup).

“Reward-nya, saya akan naikan gaji sangadi jika mereka berhasil kelola bumdes, ” kata Sehan.Menurut dia, bumdes memang harus didorong untuk menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat desa, sebab dengan bumdes akan banyak lapangan kerja yang dapat diciptakan. “Inilah saat yang tepat bagi bumbes untuk berkiprah secara nyata agar perputaran ekonomi menyebar di perdesaan, ” katanya.

Bahkan kata Sehan jika Indonesia maju maka itu harus dimulai dari desa, sehingga lewat dana desa yang dicurukan oleh pemerintah pusat kiranya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi didalam desa. “Kalau desa maju maka Indonesia maju, kuncinya ada pada sangadi sebagai ujung tombak pemerintah, ” tukasnya.

rhul

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*