Robi Mamonto Dielus-Elus Maju Pilkada Boltim

POSTotabuan.com, BOLTIM-Pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tahun 2020, nampaknya mulai panas dibicarakan, baik masyarakat umum maupun warganet.

Pasalnya, selain nama Oskar Manoppo, Sam Sahrul Mamonto, Rusdi Gumalangit, Medi Lensun, Argo Sumaiku, Amalia Landjar, Nursiwin Dunggio, Muhammad Assagaf, Fuad Landjar, Rusmin Mokoagow, Sumardiah Modeong, Uyun Pangalima dan sejumlah nama lain, yang diprediksi bakalan maju di pilkada Boltim nanti, juga ada salah satu nama pejabat dilingkungan Pemkab Boltim, yakni Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boltim, Robi Mamonto mulai dielus-elus warga untuk maju di pilkada Boltim.

Pantauan POSTotabuan.com, saat Robi bersilaturahmi di Desa Bulawan, Desa Buyat, Bukaka sampai Desa Matabulu beberapa waktu lalu, warga merespon dengan baik kedatangannya. Ibarat singkong, tak cuma bisa dimakan oleh warga kalangan bawah, tapi juga kalangan menengah sampai kalangan atas. Begitupula dengan Robi Mamonto, terterima disemua kalangan.

Saat dikonfirmasi, Robi mengaku siap maju untuk bertarung di pilkada Boltim, bahkan dia siap mundur dari abdi sipil negara (ASN) demi untuk kemajuan daerah Boltim. Menurut Robi, dia sudah memikirkan rencananya tersebut dengan matang,. Keluarga, anak, istri sudah berunding. “Saya siap mundur dari ASN, karena sudah dipikirkan dengan matang. Pilihan itu sebuah kosekwensi, “ ujar Robi di rumah kediamannya di Desa Togid, Senin (24/6/19).

Alansan dia kenapa maju di pilkada Boltim, tentu ingin berbuat lebih banyak untuk masayarakat. Jabatan sebagai kepala/dinas badan tentu cuma sebatas dilingkungan ASN saja. “Saya maju bukan karena ingin memperkaya diri sendiri, tapi ingin berbuat dan bermanfaat bagi banyak orang, serta menyahuti sebuah panggilan hati, “ ucapnya.

Untuk kendaraan yang nantinya mengusungnya maju di pilkada, sejauh ini kata dia sudah ada beberapa partai politik yang menjalin komunikasi. Tapi, keinginan pimpinan partai di daerah tentu berbeda dengan di pusat. Daerah maunya lain sementara di pusat juga lain, sehingga mengantispasi hal itu, tentu harus ada jalur independen. “Tim sudah mulai bekerja, alhamdulliah sudah ada ribuan KTP yang terkumpul. Hal ini mengantisipasi jika tidak dapat tiket melalui partai politik, “ tukas Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Boltim ini.

Faruk Langaru

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*