foto ist
foto ist

Cengkeh Budo Hantui Petani Boltim

POSTotabuan.com, BOLTIM-Cengkeh memutih atau menjadi budo kini menghantui para petani di Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Hal ini diakibatkan curah hujan yang tinggi sehingga para petani menjadi resah.

Kepada POSTotabuan.com sejumlah petani mengungkapkan jika hujan ini terus turun dan tidak ada cuaca cerah atau tak ada sinar matahari untuk menjemur cengkih, maka petani dipastikan akan merugi karena cengkeh akan rusak.

“Kalau dalam dua sampai tiga hari ini tak ada sinar matahari untuk menjemur cengkeh, maka cengkih yang ada sekarang akan memutih yang dalam bahasa Manado jadi budo, “ keluh sejumlah petani di Desa Kayumoyondi, Kecamatan Tutuyan, Kamis (20/6/19).

Pantauan POSTotabuan.com, akibat hujan hampir setiap hari para petani cengkeh di Boltim berjubel dengan terik matahari untuk menjemur hasil panen cengkehnya. Para petani cengkeh di Boltim pada umumnya mengharapkan sinar matahari untuk mengeringkan buah cengkeh yang sudah dipanen.

Saat terjadi hujan, petani harus pintar-pintar memanfaatkan sinar matahari. Sebab buah cengkeh yang sudah panen saat dijemur, bila terkena air maka hasilnya tidak bagus. Artinya, hasil panen cengkeh tidak terjamin mutunya.

Disisi lain, keresahan para petani juga tak hanya pada cuacu hujan saja, tapi juga harganya yang saat ini terus mengalami penurunan. Yang sebelumunya harga per kilogram Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu, kini harga cengkeh anjlok tinggal Rp 70 ribu per kilo. Bahkan jika masuk panen raya seperti tahun ini bisa saja harganya akan turun sampai Rp 50 ribu. Kalau rusak pasti harganya dibawah lagi.

Faruk Langaru

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*