Tensi Panas Pilkada Boltim 2020

POSTotabuan.com, BOLTIMMeski pemilihan kepala daerah (Pilkada) nanti dilaksanakan tahun 2020 mendatang, namun di Kabupaten Bolaang Mongondow Tmur (Boltim), bicara soal pilkada mulai terasa panas. Hal ini muncul karena sejumlah figur mulai dibicarakan warga untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Boltim periode 2021-2025.

Bahkan di media social (medsos) dengan sengaja masyarakat memposting figur mereka sebagai kandadit. Seperti di grup Menujuh Kursi Panas Pilkada Boltim 2020-2025, terpantau POSTotabuan.com, sejumlah nama dari kalangan politisi seperti, Sam Sahrul Mamonto, Medi Lensun, Rusdi Gumalangit,Tomy Sumendap, Nursiwin Dunggio, Amalia Landjar, Argo Sumaiku, Sunarto Kadengkang dan Rita  Lamusu.

Sementara dari kalangan birokrat atau ASN, nama- nama yang dijagokan seperti, Muhammad Assagaf, Oskar Manoppo (OPPO), Robi Mamonto, Rusimin Mokoagow, Uyun Pangalima dan sejumlah figur lainnya nampak terlihat dalam postingan sebagai figur yang bakalan maju pada pilkada Boltim mendatang.

Namun terlepas dari hal tersebut, yang menentukan sejumlah figur ini bisa maju sebagai bupati dan calon bupati adalah partai politik (parpol). Di Boltim yang bisa mengusung calon sendiri, sesuai hasil pemilihan legislativ (pileg) kemarin cuma satu partai, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), karena sesuai aturan, partai politik yag dapat mendaftarkan calon memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit dua puluh persen dari jumlah kursi DPRD atau dua puluh lima persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan, dan persyaratan ini telah dimiliki PAN.

Sedangkan untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasdem, dan Partai Golkar yang cuma memperoleh tiga kursi sesuai hasil pileg 2019, tentu harus berkoalisi dengan partai lain, seperti partai Demokrat dua kursi, PKB satu kursi, PBB satu kursi, Gerindra satu kursi, PKS satu kursi dan Perindo satu kursi.

Bisa juga lewat jalur independen atau dukungan masyarakat, tapi untuk mendapatkan dekungan tersebut, mulai sekarang para kandidat mulai bersiap karena harus mendapat dukungan salinan kartu tanda penduduk (KTP).

Kita Tunggu, siapa-siapa yang akan Head to Head di pilkada Boltim nanti.

Menghadapi pilkada Boltim, Sekertaris Daerah Boltim Muhammad Assagaf meminta masayarkat dapat bersikap dewasa dalam menyikapi segala dinamika yang terjadi. Masayarakat diharapkan bersama-sama menjaga situasi agar tetap stabil tanpa terpengaruh isu negativ. “Jika suhu politik pilkada Boltim kian memanas masayarakat tetap harus mengikuti aturan jangan saling menjatuhkan, “ imbuhnya.

Faruk Langaru

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*