Pemkab Seriusi Kekurangan Gizi Pada Anak

POSTotabuan.com, BOLTIM—Kasus gagal tumbuh pada anak karena kekurangan gizi atau stunting di Indonesia dinilai cukup mengkhawatirkan.

Stunting sangat berdampak pada bahaya dan ancaman terhadap masa depan generasi muda serta bangsa, hal tersebut, memacuh pemerintah untuk terus menggalakkan upaya pencegahan kasus stunting.Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi, mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  menekankan, bahwa masalah stunting perlu menjadi perhatian bersama. Sehingga upaya penurunan angka stunting membutuhkan kerja bersama yang harus melibatkan lintas sektor dan semua elemen masyarakat.Menurutnya, langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah stunting di masyarakat. utamanya menambah asupan gizi bagi ibu hamil, balita dan anak-anak sekolah. “Kita memang sudah mulai dari tiga tahun lalu dengan pemberian makanan tambahan atau PMT. Namun tahun ini, kita akan lebih menyasar disetiap kecamatan,” kata Marsidi, Seni (14/5/9).Marsidi mengatakan, dengan lebih memfokuskan program PMT di tiap kecamatan, serta melibatkan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu atau pos pelayanan terpadu di daerah setempat  atau sosialisasi pola hidup sehat dan menambah asupan makanan yang diberikan melalui program PMT, maka permasalahan stunting bisa teratasi.“Kita akan kerja sama dengan PKK dan Posyandu untuk pemberian makanan tambahan baik berupa telur, ikan, kacang hijau, susu, juga tambahan biscuit, sebab stunting bukan hanya masalah makanan, tapi juga berkaitan dengan kesehatan lingkungan baik sanitasi, infrastruktur air bersih. Ini kerja yang harus terintegrasi, “ jelasnya.(adve)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*