Dispertanak Siap Distribusikan Ribuan Ton Bibit Jagung

BOLTIM-Kepala bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura,Dinas Pertanian dan Peternakan ( Dispertanak) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Yusni Fenty Djangkarang mengatakan bantuan bibit tanaman pangan dan holtikultura mulai disalurkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak).

Katanya, bibit jagung mulai disalurkan kepada puluhan kelompok tani (Poktan) yang tersebar di tujuh kecamatan.”Sudah kita salurkan bibit jagung, kepada Poktan di kecamatan Kotabunan, Motongkad dan Nuangan. Selanjutnya, penyaluran bibit jagung tahap dua untuk, Kecamatan Modayag, Modayag Barat, dan Tutuyan,” katanya, baru baru ini.

Ia mengaku, bibit jagung yang disalurkan, jenis mono kultur jagung Hibryda Umum Tiga (HU3). “Untuk 119 Poktan, dengan jumlah 37.500 ton (HU3) bisi 228 dengan luas areal tanam sekira 2.500 Hektare (Ha) potensinya di Kecamatan Tutuyan, Motongkat dan Kotabunan,” sebutnya.

Lanjutnya, bantuan tahap dua program tumpang sari mendapatkan bibit jagung dan kedelai untuk areal tanam 2.400 Ha kementerian. “Dengan jumlah 135 kelompok tani, dan bibit bisi 18 (HU2). Penyalurannya sudah lakukan belum lama ini, namun yang disalurkan bibit jagung. Untuk kedelai kita masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pusat lalu kita salur. Anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),” terangnya.

Ia berharap, program pangan bisa terealisasi tahun ini. Menurutnya, program yang sudah jalan yakni, jagung kedelai. “Kita berharap, dengan adanya bantuan sejumlah bibit dalam program dinas pertanian ini, agar dapat meningkatkan produksi padi, jagung, kedelai di Boltim. Juga bisa meningkatkan kesejahteraan para petani, serta akan membuka lapangan kerja khususnya para petani dalam pemberdayaan. Saya imbau ke petani, segala bentuk bantuan pemerintah supaya jangan dijual. Sebab, buntuan bukan untuk diperjualbelikan. kepada kepala kelompok tani untuk dapat menyalurkam ke seluruh anggota kelompok, jangan dipakai sendiri. Diminta juga kepada pendampingan penyuluh pertanian harus bekerja secara optimal” urainya.(riel)

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*