DP3A Gandeng PKK Boltim Programkan Pola Asuh Anak

BOLTIM-Untuk mencegah terjadinya kekerasan dan terjerumus di hal negatif, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) bekerja sama dengan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), memprogramkan pola asuh anak dan remaja dengan cinta kasih yang demokratis.

Menurut Kepala DPPPA Boltim  Richlany Mamonto, anak adalah amanah Allah yang senantiasa harus kita jaga. Apalagi dalam diri anak-anak melekat harkat dan martabat dan hak sebagai manusia yang harus di junjung tinggi.

“Anak ada masa depan bangsa yg memiliki peran strategi dalam menentukan maju tidaknya suatu bangsa, oleh karena itu negara harus mampu memberikan jaminan pelaksanaan hak-hak anak,” kata Richlany.

Remaja lanjutnya, memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan keluarga sejahtera. Maka perlu adanya pedoman pengasuhan cinta dan kasih sebagai acuan dalam upaya pendidikan karakter keluarga.

“Hak kelangsungan hidup, hak partisipasi, hak sipil dan kebebasan serta jaminan atas perlindungan kekerasan dan diakriminasi, tumbuh kembang anak dan remaja memilki peran yang sangat besar dalam mewujudkan keluarga sejahtera, oleh karena itu perlu adanya pedoman pengasuhan cinta dan kasih sebagai acuan dalam upaya pendidikan karakter keluarga,” ujarnya.

Kata dia, adanya kemajuan teknologi saat ini sangat mengkwatirkan dimana telah terjadi pergeseran tata nilai yang selama ini.

“Penggunaan gadget yang tak terkendali  pada anak-anak yang berakibat fatal pada proses tumbuh dan kembang anak. anak-anak jadi malas belajar, prestasi menurun, kesehatan terganggu bahkan berpengaruh pada prilaku baik anak. Hal ini perlu segera kita mengambil langkah untuk mengatasinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, DP3A menjadikan Desa Sumber Rejo, Kecamatan Modayag sebagai percontohan di dalam pola asuh anak dan remaja dengan cinta kasih.

“Desa Pola asuh anak dan remaja dengan cintah kasih dan program dari jam 18.00 sampai jam 21.00 malam tanpa gadget. Program ini untuk menjadikan generasi emas yang mampu menghadapi tantangan di era globalisasi,” jelasnya. (riel)

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*