Boltim Miliki Empat Garis Patahan 

BOLTIM- Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), memiliki empat garis patahan yang melewati jalan raya di Kecamatan Kotabunan, Modayag dan Modayag Barat.

Sub Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Novie Sahusilawane mengatakan, empat garis patahan tersebut sebagian besar melintas di tiga Kecamatan.

“Garis patahan itu, di Kecamatan Kotabunan, Modayag dan Modayag Barat. Saya menekankan pada garis patahan tersebut tidak bisa ada aktivitas atau pemukiman penduduk. Karena sangat berbahaya,” kata Novie.

Menurutnya, Indikasinya bisa terjadi sekitar 100 meter hingga satu kilometer. “Empat titik garis patahan ini, merupakan tanda awas untuk masyarakat Boltim,” ujarnya.

Menurut Novie, ambruknya beberapa jalan raya yang ada di Boltim. Karena garis patahan tersebut sebagaian besar lewati jalan raya.”Makanya banyak jalan yang longsor atau amblas. Seperti di Kotabunan dan Buyat,” ungkapnya.

Kata dia, Gunung Ambang pun merupakan gunung aktif tipe A. “Dimana aliran lava akan melewati sungai di daerah Modayag dan Modayag Barat serta sekitarnya. Jadi masyarakat harus selalu waspada. Tapi sejauh ini tidak perlu khawatir karena Boltim masih aman dan tidak terindikasi bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim Elvis Siagiaan mengatakan, memang ada beberapa desa yang rawan bencana baik tanah longsor maupun banjir, yakni di Desa Tombolikat, Motongkad, Moyongkota, Tutuyan, Togid, Lanut, Bukaka, Dodap, Bodaro, Motongkad, dan Kotabunan serta Jiko Molobog.

“Setiap musin hujan pasti wilayah ini akan terkena banjir dan tanah longsor. Karena masuk dalam garis patahan. Tapi sejauh ini tidak ada hal besar terjadi. BPBD tetap akan waspada untuk empat titik patahan di Boltim, agar tidak menimbulkan kerugian dan juga korban,” jelasnya.(red)

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*