Hadiri Pesta Adat Tulude, Bupati Bersama Istri di Jemput Dengan Adat Nusa Utara

BOLTIM-Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar menghadiri upacara pesta adat Tulude, di Desa Dodap Pantai, Kecamatan Tutuyan, Jumat (8/2/9). Bupati didampingi isteri Nursiwin Landjar Dunggio, mengenakan pakaian adat kebesaran Nusa Utara, bersama Wakil Bupati Rusdi Gumalangit, tiba di lokasi upacara disambut dengan adat Nusa Utara, diiringi lantunan lagu Masamper menuju tempat pelaksanaan.
Upacara yang berjalan penuh khidmah serta nampak nuansa persaudaraan, mengangkat tema “Budaya Menyatukan Rasa Persaudaraan Berdasarkan Nilai Pancasila dan UUD 1945.
Pada kesempatan itu Sehan menyampaikan bahwa upacara adat tulude adalah agenda warga Nusa Utara, untuk mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Saya mengapresiasi prosesi upacara adat tulude, mulai dari persiapan yang dilaksanakan oleh masyarakat Nusa Utara, di Kabupaten Boltim. Dengan digelarnya upacara adat tulude, diharapkan masyarakat Boltim asal Nusa Utara, semakin kokoh dan semangat demi kemajuan daerah ini, ” katanya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk tetap membangun dan mempererat tali persaudaraan. Meski tak saling kenal, namun dengan upacara adat ini, suasana atau nuansa persaudaraan lebih terasa.
“Jangan hanya kita jadikan kegiatan ini ajang seremoni saja. Namun didalamnya banyak makna yang akan diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Dimana dalam tulude, kita diajak untuk senantiasa menjaga hubungan antar sesama manusia, mengingatkan diri kita kepada sang pencipta. Inilah ajakan tulude yang harus kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, ” ucapnya.
Sehan juga mengatakan karena kegiatan tulude sudah masuk program tahunan pemerintah daerah sebagai adat budaya maka dia akan memasukan angaran di APBD untuk kegiatan ini. “Ada dinas yang mengurusnya yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, ” kata dia.
Diketahui, perayaan tulude sering dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat etnis Nusa Utara yang sudah tinggal di Boltim. Tulude atau menulude’ berasal dari kata ‘suhude’ dalam bahasa Sangihr berarti tolak. Dalam arti luas tulude berarti menolak untuk terus bergantung pada masa lalu dan bersiap menyongsong tahun yang ada di depan.
Tulude dilaksanakan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkat yang telah diberikan Tuhan selama setahun yang lalu. Tulude atau upacara syukur memasuki tahun baru yang disimbolkan dengan pemotongan kue Tamo dan dirangkaikan dengan atraksi budaya tari gunde, alabadiri, masamper dan ampawayer. Dimana budaya ini berkembang dilingkungan masyarakat Nusa Utara.(riel)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*