Pasca Terbakar, 10 Kebutuhan Santri di Serahkan Ketua TP-PKK di Ponpes Tebu Ireng Buyat

BOLTIM-Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng VII di Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dikunjungi Ketua TP PKK Boltim Nursiwin Landjar Dunggio, Senin (26/11/18). Kedatangan Ketua TP PKK wujud rasa prihatin atas musibah terbakarnya salah satu asrama putra pada Senin dini hari pukul 01.40 wita.

Nursiwin bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim diterima langsung pimpinan Ponpes Abdurahaman Modeong dan langsung meninjau lokasi asrama putra yang terbakar sekaligus memberikan bantuan yakni sepuluh kebutuhan santri, di antaranya selimut, tikar, perlengkapan sekolah serta keperluan lain yang dibutuhkan anak-anak santri

“Mengetahui terjadi kebakaran di ponpes, saya tergerak dan mengajak segenap unsur pemerintahan untuk membantu meringankan beban korban musibah di ponpes Tebu Ireng. Alhamdulillah meski bantuan ini tidak seberapa namun saya berharap bisa bermanfaat bagi anak-anak santri, ” kata Nursiwin.

Nursiwin juga memberikan motivasi kepada pimpinan dan pengurus ponpes bahwa ini adalah musibah yang merupakan ujian dari Allah SWT. Dia berpesan tetaplah bersabar.

Sementara, Pimpinan Ponpes Tebu Ireng Buyat Abdurahman Modeong memberikan ucapan terima kasih kepada Ketua TP PKK Boltim serta SKPD terkait yang telah memberikan bantuan.

“Alhamdulillah, ami sangat berterima kasih karena Ibu bupati sudah bersedia datang kemari, melihat langsung kondisi kami sekaligus memberikan bantuan yang tentunya saat ini menjadi kebutuhan utama kami pengurus maupun para santri, ” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 01.40 wita. Sumber api diduga dari arus pendek listrik. Kebakaran tersebut membuat kepanikan santri, sehingga mereka tak sempat berpikir untuk menyelamatkan barang-barang seperti lemari, baju, kitab dan lain-lain. Mereka sibuk menyelamatkan diri masing-masing untuk keluar secepatnya dari asrama yang terbakar. “Syukur Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, ” kata Ustadz Ceng sapaan akrabnya.(rul)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*