Muhammad Assagaf
Muhammad Assagaf

Pilsang 17 Desa Digelar 29 Oktober 

BOLTIM-Pemilihan Sangadi (Pilsang) di 17 desa se Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dipastikan akan dilaksanakan pada tanggal 29 bulan Oktober 2018.

Dikatakan Sekertaris Daerah Muhammad Assagaf, untuk pilsang di 17 desa tahapannya sudah dimulai, sehingga bagi warga masyarakat di desa tersebut yang berkeinginan maju atau mencalonkan diri segera persiapkan dokumen sebagai syarat calon. “Tahapannya kurang hampir tiga bulan, Agustus, September sampai Oktober, ” kata Assagaf, Minggu (5/8/18).

Dia mengatakan pilsang kali ini  berbeda dengan pilsang yang pernah digelar sebelumnya karena tak ada calon tunggal. Desa yang menggelar pilsang calonnya harus lebih dari satu calon. “Yang sebelumnya ada calon tunggal, kali ini tidak mengatur mekanisme calon tunggal, sehingga tidak akan ada lawan kotak kosong di pilsang nanti, jadi semua calon ada lawannya, ” terangnya.

Menurutnya juga meskipun tahun ini hanya 17 desa yang akan melaksanakan pilsang, namun seluruh masyarakat Boltim bisa ikut berpartisipasi mencalonkan diri di desa-desa yang melaksanakan pilsang karena tidak ada batasan dan syarat terkait domisili. “Bakal calon sangadi tidak wajib harus berdomisili di desa yang akan melaksanakan pemilihan sangadi. Yang namanya warga Boltim berhak ikut mecalonkan diri, ” kata dia.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Pemkab Boltim, Ikhlas Pasambuna juga mengatakan pilsang kali ini terbuka untuk umum dan calon tidak harus terdaftar atau bertempat tinggal di desa yang melaksanakan pilsang.

“Apabila terpilih nanti, yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan menetap dan tinggal di desa tersebut. Pernyataan itu harus dimasukan pada saat pendaftaraan berkas, ” jelasnya.

Ikhlas menambahkan, jika terjadi hanya satu orang calon yang terjaring, maka akan dilakukan perpanjangan pendaftaran calon hingga didapatkan jumlah yang sesuai aturan. “Apabila hingga batas waktu perpanjangan pendaftaran tidak ada calon lain yang maju, maka dapat dimungkinkan pilsang di desa tersebut ditunda kurang lebih hingga tiga bulan, ” katanya.(rul)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*