Pilsang 16 Desa Bakal Dilakukan Setelah Pileg

BOLTIM-Pemilihan Sangadi (Pilsang) untuk 16 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terancam tak dilakukan pada bulan Agustus tahun 2018 ini. Pasalnya, dengan adanya agenda politik yakni pemilihan calon legislatif (pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) atau pemilu tahun 2019 yang tahapannya sudah dimulai, maka agenda pilsang sudah direncanakan sebelumnya bakalan tertunda.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemirintahan (Tapem) Pemkab Boltim Ikhlas Pasambuna, pilsang serentak di 16 desa sudah direncanakan dimana akan dilakukan pada bulan Agustus ini, namun karena ada hajatan politik lainnya yakni, pileg dan pilpres maka Pemkab Boltim akan koordinasi dulu dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boltim.

“Proses administratif dimulai pada bulan Juli ini, dan pilsang akan dilakukan awal Agustus mendatang, akan tetapi karena ada pemilu maka perlu koordinasi dengan KPU Boltim. Kalau pilsang ini tidak mengganngu tahapan pemilu, maka pilsang kita lakunan pada Agustus, tapi kalau dianggap menggangu maka pilsang kita tunda setelah pileg, ” terang Ikhlas, Minggu (8/7/18).

Dia mengatakan, sebenarnya rencana awal pilsang ini sudah dilakukan saat masuk triwulan dua, namun karena terkendala dana sehingga pilsang untuk 16 desa sisah belum terlaksana. “Yang pasti kita koordinasi dulu dengan pihak-pihak terkait termasuk Bupati Sehan Landjar selaku pengambil keputusan. Jadi kalau memang tidak bisa dilakukan dikarenakan pileg dan pilpres, pilsang terpaksa tentu harus ditunda, ” ujarnya.

Di sisi lain warga di 16 tersebut menanti pilsang, mereka berharap pemerintah daerah segera melaksanakan pemilihan sangadi di desa mereka agar arah desa untuk enam tahun kedepan sudah jelas. “Rata-rata 16 desa ini sangadi-nya masih penjabat sementara (Pjs), jadi kami harap Pemkab Boltim segera merealisasikan pemilihan ini, ” ungkap warga Desa Kayumoyondi, Kecamatan Tutuyan, Om Utu Tujaena.(jen)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*