Listrik Kerap Padam, Jamaah: Sholat Tarawih Jadi Tidak Khusyu

POSTotabuan.com,BOLTIM-Perusahan listrik negara (PLN) Cabang Kotamobagu dan Ranting Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) diduga tidak toleran dengan umat Islam di Boltim. Pasalnya, bulan ramadhan 1439 hijriah baru saja dimulai, namun saat umat Islam menjalankan ibadah ibadah wajib pada malam hari di bulan suci listrik kerap dipadamkan.

Seperti sholat isya, tarawih dan witir dimana saat jamaah sedang menjalankan ibadah tersebut, listrik tiba tiba padam, akibatnya imam dan para jamaan yang sementara sholat jadi tidak khusyu karena terganggu akibat listrik mati.

Menurut Jamaah Masjid Annur Desa Bulawan Satu, Kecamatan Kotabunan, sejak dimulainya sholat tarawih menyambut ramadan pada malam pertama Rabu (16/5/18) listrik juga mulai dipadamkan sehingga jamaah jadi kesal.

“Pemadaman listrik saat sholat tarwih berlangsung sangat menggangu imam dan para jamaah, ” ungkap pegawai syar’I dan jamaah masjid Annur Bulawan, Sabtu (19/5/18).

Bahkan tidak hanya waktu sholat tarawih saja listrik padam, tetapi juga ada jam jam tertentu listrik mati padahal umat Islam sangat membutuhkan aliran listrik. “Kami tidak tahu apakah ini ada unsur kesengajaan atau tidak, tapi yang jelas pemadaman listrik sangat menganggu ibadah umat Islam pada bulan ramadhan ini. Hari ini juga listrik padam sejak pagi, ” kata para jamaah.

Kepala PLN Boltim, Jemmi Cornelis ketika dikonfirmasi tidak memberikan penjelasannya. Pasalnya, saat dihubungi nomor telpon Cornelis dalam keadaan aktif tapi tidak angkat-angkat.(rul)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*