Dinsos Mulai Verifikasi Penerima RTLH

POSTotabuan.com, BOLTIM- Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Bolaang Mongondow Timur  (Boltim), Rudi Malah mengatakan program unggulan Boltim Sehan Landjar, yakni pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2018 bagi warga miskin di Boltim mulai dilaksanakan.

“Program RTLH mulai dilaksanakan, tahap awalnya dilakukan verifikasi lapangan siapa warga yang berhak menerima, ” kata Rudi kepada wartawan Jumat (9/3/18).

Virifikasi ini kata dia sudah berjalan sejak seminggu, yang dilakukan langsung tim Dinsos. “Di verifikasi dulu supaya bisa diketahui siap-siapa warga yang berhak mendapatkan program bupati ini ketika pembangunannya mulai jalan, ” terang Rudi.

Untuk tahun 2018 program RTLH menurut Rudi, ada sebanyak 750 unit rumah sesuai yang di anggarkan oleh pak bupati. Satu unit rumah di anggarkan sebesar Rp17,5 juta, anggaranya dari APBD Boltim 2018 dan dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan PT Arafura Surya Alam (ASA). “Selain anggaran APBD, ada juga program RTLH dari CSR PT ASA. Setelah mendapatkan data lapangan, pembangunan 750 unit RTLH langsung dilakukan, ” katanya.

Ditambahkannya, harapan Pemkab Boltim pembangunan RTLH bisa selesai tahun ini juga, supaya program pembangunan 3000 RTLH yang ditargetkan bupati bisa selesai sebelum masa berakhir bupati dan wakil Boltim tahun 2021 nanti. “Sebelum pak bupati dan wakil bupati berakhir masa jabatan, program RTLH ini kita upayakan selesai duluan, ” terang mantan Kepala Kesbangpol Boltim ini.

Sebelumnya Bupati Sehan Landjar mengatakan program RTLH untuk warga miskin di Boltim adalah janji politiknya saat mencalonkan diri sebagai bupati Boltim pada periode pertama tahun 2010-2015 lalu. “Janji politik saya saat mencalon bupati periode pertama adalah pembangunan rumah untuk warga kurang mampu, ” katanya.

Diakui Sehan juga dari lima belas kabupaten/kota di Sulawesi Utara (Sulut), bahkan se-Indonsia hanya bupati Boltim yang berani kasih tanah dan rumah ke rakyat.

“Di daerah lain mungkin bupati dan walikotanya hanya kasih rumah, tapi kalau di Boltim sekaligus rumah dan tanah saya kasih ke rakyat, ” ujarnya.

Alasannya, kenapa seperti itu pasalnya di Boltim rata-rata rakyat miskin tak memilik sebidang tanah untuk dibuatkan rumah. Sehingga sebagai bupati yang punya tanggung jawab terhadap rakyat perlu memikirkan hal ini. “Alhmadulih, meskipun belum semua terpenuhi, tapi janji politiknya sudah ada yang merasakan, yakni rakyat dapat tanah dan rumah dan program ini akan berlanjut sampai saya dan wakil bupati Rusdi Gumalangit habis masa jabatan pada tahun 2021 mendatang, ” tutur Eyang sapaan akrab bupati Boltim.(jen)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*