Kondisi Lapangan Kotabunan di Sorot, Tak Layak Untuk Sepak Bola Ketika Hujan

POSTotabuan.com, BOLTIM-Open turnamen sepak bola tripika cup atau piala tripika yang digelar di lapangan Bogani Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) secara resmi telah di buka pada Kamis (8/2/18). Sejumlah club sepak bola pun juga telah melakukan pertandingan.

Namun sayangnya, lapangan yang di renovasi menggunakan dana Yayayan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU) atau dana pemberian dari eks perusahaan tambang emas PT New Mont, beberapa tahun lalu kini kondisinya sudah tak layak lagi untuk pertandingan resmi sepak bola.

Pasalnya, kondisi lapangan sudah banyak lubang-nya, bahkan ketika turun hujan kondisi lapangan makin parah dimana hampir sebagian tergenang air.

Pantauan media ini, saat pertandingan antara club sepak bola Badai Biru Bulawan Satu versus Fajar Putra Togid, Minggu (10/2/18) menjadi sorotan penonton dan sejumlah ofisial tim karena lapangan tergenang air akibat hujan. Saat pertandingan dua tim tersebut berlangsung terlihat para pemain kesulitan menggiring bola dan irama permainan sepak bola tak terlihat diakibatkan bola selalu berada di atas air, para pemain pun kelihatan kesal.

“Harusnya, kalau kondisi lapangan ber-air pantia jangan memaksakan pertandingan, sebab yang dirugikan adalah tim. Walau pun tim kuat, kalau bermain dengan kondisi lapangan ber-air pemain tetap tak bisa berbuat apa-apa, ” kata Manager Tim Badai Biru, Haris Lasambu.

Senada dikatakan ofisial tim Badai Biru Hamid Limo, menurut dia karena turnamen ini resmi harusnya lapangan di benahi dulu sebelum pertandingan dimulai.

“Kondisi lapangan saya lihat tak layak untuk sepak bola kalau hujan. Harusnya menjadi perhatian panitia dimana sebelum ada pertandingan, mana yang berlubang itu di timbun dulu, supaya ketika hujan air tidak tergenang di lapangan, ” tegasnya.(fal)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*