Wakil Rakyat Hearing Rakyat, Postingan Gandi di Medsos Berakhir Damai

POSTotabuan.com.Boltim- Postingan atau status warga Bulawan Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, Gandi Lapian di Facebook (FB) atau di Media sosial (Medsos) beberapa waktu lalu terkait dengan lembaga DPR, akhirnya berakhir damai dengan adanya permintaan maaf langsung dari saudara Gandi dihadapan Ketua dan seluruh Anggota Dekab Boltim, pada Senin (2/10/17), saat hearing atau dengar pendapat di kantor Dekab Boltim.

“Atas nama pribadi, saya meminta maaf kepada kepada ketua dan semua anggota dewan Boltim atas status yang saya tulis di medsos beberapa waktu lalu, ” ungkap Gandi.

Menurut Gandi, bahwa status yang dia tulis di medsos bukan karena unsur kesengajaan, tapi karena tidak tahuannya tentang lembaga DPR.

“Saya tidak  ada maksud untuk melecehkan DPR apalagi menyinggung perasaan para anggota dewan. Status itu saya tulis karena memang ketidak tahuan saya mengenai kinerja lembaga DPR. Pada prinsipnya saya sudah salah dan khilaf, dan sekiranya para anggota dewan bisa memaafkan atas tulisan yang saya posting di medsos, ” tutur Gandi.

Menanggapi hal itu, Ketua Dekab Boltim Marsaoleh Mamonto, mengatakan atas nama lembaga Dekab Boltim telah memaafkan saudara Gandi. Namun untuk lebih jelas permintaan maaf ini, tak hanya sekadar keluar dari mulut saja, namun perlu bukti kuat yang sertai dengan berita acara, bahwa antara yang bersangkutan yakni, Gandi dengan dua puluh anggota dewan Boltim, secara resmi sudah saling memaafkan.

Marsaoleh berharap, agar masalah seperti ini tak terulang lagi. DPR adalah lembaga yang di atur oleh undang-undang. Sehingga kalau ada yang menghina atau menjelek-jelekan lembaga ini tentu akan bermasalah dengan hukum. “Saya harap hal semacam ini jangan terulang, ” kata Marsaoleh.

Namun disisi lain, adanya permintaan maaf dari saudara Gandi Lapian kepada Dekab Boltim, melalui hearing hal itu sangat disayangkan Tokoh masyarakat (Tokmas) Boltim Ismail Mokodompit. Menurutnya,  pemanggilan hearing kepada Gandi sebagai bentuk intimidasi kepada rakyat selaku pemegang kedaulatan. “Sangat disayangkan. Wakil Rakyat Hearing Rakyat, hanya masalah sepeleh tapi dibesar-besarkan. Perlu diingat, rakyat adalah yang berdaulat, sebab yang menjadikan wakil rakyat duduk dikursi legisltif hingga menerima gaji dan fasilitas adalah karena suara rakyat. Ingat, Pemilu 2019 tinggal setahun, ” tukas Mokodompit.(Jendri)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*