Imbas Kasus MaMi Dekab Boltim, Tiga ASN Telan Pil Pahit

POSTotabuan.com, Tutuyan-Jatuh tertimpa tangga dan tak bisa berdiri lagi. Kalimat tersebut di alamatkan kepada tiga Abdi Sipil Negara (ASN) di Pemkab Boltim, masing-masing Jemi Golonda, Saifudin Umar dan Satria Mokodompit. Pasalnya, baru setahun lebih menghirup udara segar dan memegang jabatan dari Bupati Sehan Landjar sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabag Hukum dan Kasubag di Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemkab Boltim. Kini ketiganya harus menelan pil pahit, dimana posisi jabatan ketiga ASN tersebut harus diganti dengan ASN lain dan dinonjobkan. Bahkan ketiganya juga terancam dipecat dari ASN, hal itu di akibatkan imbas kasus dana Makan Minum (MaMi) di Dekab Boltim, pada tahun 2011 silam yang melibatkan sejumlah Anggota Legislatif (Aleg) dan mantan Aleg.

“ Ketiganya pernah terlibat kasus hukum, sehingga pemerintah harus mengambil kebijakan untuk melakukan pergantian jabatan, ” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemkab Boltim, Robbi Mamonto, Selasa (15/8/17) .

Pergantian posisi jabatan tersebut menurut Mamonto, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2017, tentang ASN yang pernah terganjal masalah hukum. “Bagi ASN yang pernah menjalani pidana penjara, sanksinya tak bisa pegang jabatan dan bisa saja dipecat dari ASN, ” terangnya.

Terkait hal ini, Tokoh masyarakat Boltim, Ismail Mokodompit menyayangkan ketiga ASN tersebut dapat sanksi seperti itu. Kata dia, harusnya yang merasakan dampak dari kasus MaMi di Dekab Boltim para Aleg. Mereka (Aleg) seharunya yang mendekam di penjara. Pasalnya, yang menikamati uang MaMi pada waktu itu para anggota dewan.

Dia pun mendesak kepada Kepolisian Polda Sulut, untuk segera mengambil alih dugaan kasus MaMi Boltim yang melibatkan sejumlah Aleg dan mantan Aleg Boltim. “Polda didesak ambil alih kasus MaMi tersebut. Sebab, sudah hampir tujuh tahun kasus ini berada Polres Bolmong namun satupun dari para Aleg tersebut belum ada yang ditahan. Sementara, ASN bukan pengguna uang malah jadi korban, ” tegas Mokodompit.(risd)

 

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*