Sofyan Alhabsyi

Pembagian TKD ASN Boltim Dianggap Tak Adil

BOLTIM,POSTotabuan – Meski Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Apatur Sipil (ASN) dilingkup Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tidak mengalami penurunan. Namun, penerapan TKD ini dianggap tak adil bagi ASN lainnya. Pasalnya, setiap para ASN meneriman tunjangan ada yang merasa dirugikan karena berdasarkan Fingerprint atau mesin absen.

Yang diuntungkan menggunakan mesin absen ini mereka ASN yang tinggal diwilayah ibu kota Tutuyan, atau yang dekat di kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sedangkan ASN yang jauh, seperti di wilayah Kecamatan Nuangan dan Kecamatan Modayag mereka tentu yang dirugikan, karena harus menempuh jarak yang cukup jauh.

“Kami sering datang terlambat karena harus menempuh jarak yang cukup jauh. Imbasnya pun tunjangan kami jadi korban karena harus dipotong atas keterlambatan tersebut, ” ungkap sejumlah ASN saat bersua dengan media ini Minggu, (03/04) kemarin, sembari meminta namanya untuk tidak dipublis.

Lain halnya dikatakan Ketua Komisi I Dekab Boltim Sofyan Alhabsy. Dia menilai pemberian TKD untuk ASN Boltim dianggap tidak adil karena tidak sesuai dengan wilayah tugas masing-masing ASN. Sehingga dia meminta kepada Pemkab Boltim, untuk merevisi kembali soal pembayaran TKD ASN.

“Ada ASN Boltim asal Kotamobagu tapi bertugas di wilayah Tutuyan yang jarak tempuh cukup jauh, namun TKD mereka sama dengan ASN dengan yang bertugas diwilayah Tutuyan yang jarak tempuhnya hanya dekat. Hal perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah, ” tegas Alhabysi.

Begitu pun kata Alhabsyi dengan pemberian TKD bagi ASN yang tinggal dipedalaman. Kasihan mereka, bertugas diwilayah yang jauh namun menerima TKD sama dengan ASN yang bertugas di wilayah kerja yang dekat dengan rumah, sehingga ini perlu seriusi dengan dilakukan penyessuaian. (Tim)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*