Sofyan Alhabsyi

Sofyan Minta Pemkab Segera Lantik Sangadi Moltim

BOLTIM, POSTotabuan – Beredarnya kabar bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang katanya, tak menyetujui Desa Molobog Timur (Moltim) Kecamatan Motongkad, jadi desa sendiri akhirnya ditepis Ketua Komisi I Sofyan Alhabsyi.

Saat dihubungi oleh Media ini, Minggu (12/03) kemarin, dirinya menegasakan bahwa kabar tersebut tidak benar. Justru, keinginan oleh pihak dewan kabupaten (Dekab) agar kepala desa (sangadi,red) Molobog Timur segera didefinitifkan. Terlebih, saat ini pemerintah pusat sudah merealisasikan Dana Desa (DD) untuk 81 desa se Boltim termasuk Molobog Timur. Maka berdasarkan pertimbangan ini, Dekab meminta kepada Pemerintah kabupaten (Pemkab) Boltim untuk segera melantik Pejabat sementara (Pjs) Sangadi di desa tersebut. alasannya, agar roda pemerintahannya bisa jalan. Dengan begitu, DD yang diperuntukan untuk Molobog Timur akan terealisasi.

“Jangan sampai anggaran yang sudah disediakan pemerintah pusat kembali jadi Sisah lebih penggunaan anggaran (Silpa), seperti tahun lalu. Agar hal ini tidak terjadi lagi, maka pemerintah daerah segera menempatkan Pjs Sangadi di desa hasil pemekaran Molobog Induk tersebut, ” tegasnya.

Lanjut Alhabsyi mengatakan, kalau pun ada oknum yang tidak mau adanya pemekaran Molobog Timur, maka itu hanya kepentingan segelintir orang saja yang itu hanya kepentingan sendiri. “Jangan mendengarkan oknum dan jangan serahkan masalah ini kemasyarakat. Pemerintah harus bertindak sebab Molobog Timur sudah jelas keabsahan desanya, ” ujar Alhabyi.

Sebelumnya warga Desa Molobog Barat, Taufik Mokodompit mengatakan seharusnya pemerintah daerah sudah mengesahkan Molobog Timur. Sebab, keabsahan desa ini sudah jelas dimana Kemendagri telah menyetujui desa pemekaran di Boltim tahun 2013 sebanyak tiga puluh desa. Salah satunya Molobog Timur.

“Desa ini sudah ada kodefikasi di kemendagri yakni, 7110062011. Jadi sudah jelas Molobog Timur sah susuai aturan dan hukum. Sayangnya pemerintah  daerah sampai saat ini tidak ada ketegasan untuk mengesahkannya, ” ungkap Mokodompit. (Mrd)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*