Penetapan Calon Sangadi di Boltim Ditolak, Sejumlah Desa Memanas Jalan Diblokir dan Kantor Desa di Palang

img_20161027_192750POSTotabuan.com, Tutuyan- Hasil penetapan Calon Sangadi yang di umumkan pantia kabupaten melalui pantia pilsang desa pada Rabu (26/10/16) berujung ricuh. Pasalnya, sejumlah Bakal calon (Balon) Sangadi dibebepa desa yang menggelar pilsang serentak pada tanggal 7 November 2016, tidak lolos atau tidak tidak ditetapkan sebagai calon Sangadi oleh pantia.

Akibatnya warga menolak hasil tersebut, sehingga membuat situasi dibeberapa desa tersebut tidak kondusif, karena warganya langsung  membuat aksi blokir jalan dan melakukan palang sejumlah fasilitas kantor pemerintah.

Seperti di Desa Modayag Induk Kecamatan Modayag, akibat balon Sangadi mereka tidak lolos atau tidak keluar sebagai calon Sangadi. Warga pendukung balon tersebut melakukan aksi. Dimana kantor desa di desa ini dipalang warga dengan menggunakan papan dan temboknya di pilox dengan kata-kata kekerasan, “tidak ada pilsang, berani buka mati”. Inilah kata yang ditulis warga untuk meluapkan rasa kekecwanaan mereka.

“Penetapan calon Sangadi oleh panitia ada kejanggalan. Pasalnya, kebanyakan calon Sangadi yang lulus, mereka yang pada pilkada 2015 lalu  pendukung Bupati Sehan Landjar dan Wakil Bupati Rusdi Gumalangit. Sehingga menurut saya hasil tersebut sangat tidak masuk akal, ” ungkap balon Sangadi Desa Mokitompia Kecamatan Mooat, Yansen Sarayar salah satu balon yang juga dinyatakan tidak lulus oleh panitia.

Aksi yang sama juga dilakukan warga Desa Atoga Timur Kecamatan Motongkad. Buntut balon mereka tidak tidak lolos, ratusan massa pendukung Kanno Ngato balon dari Desa Atoga Timur ini melakukan aksi blokir jalan. Namun sebelum aksi ini dilakukan, para pendukung ini menemui Bupati Sehan Landjar di Rumah jabatan (Rujab) di Desa Togid Kecamatan Tutuyan. Dihadapan Bupati, Kanno Ngato bersama ratusan massa pendukungnya meminta agar Bupati Sehan Landjar bisa mengakomodir aspirasi mereka agar Kanno Ngato segera ditetapkan sebagai calon Sangadi.

Akan tetapi, secara tegas Bupati menolak permintaan ratusan warga tersebut. “Kalau kalian tidak setuju dengan calon tunggal maka jangan memilih. Sebab, kalau pada pemilihan nanti calon tunggal tersebut tidak mencukupi suara 50 persen, bisa jadi calon itu tidak ditetapkan sebagai Sangadi. Itu artinya Atoga Timur ada peluang Pejabat sementara (Pjs) Sangadi. Saran saya seperti itu, tapi untuk merubah hasil penetapan calon Sangadi dari pihak panitia itu tidak bisa dilakukan, ” tegas Landjar.

Namun saran dari Bupati hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Ratusan massa ini pun langsung balik kanan dan pulang ke desa mereka kemudian melakukan aski blokir jalan sepanjang Desa Atoga pada pukul 03.00 Wita pagi dini hari Kamis (27/10/16). “Aksi blokir jalan kami lakukan karena kesal dengan pemerintah, ” ungkap warga dengan nada keras.

Sementara Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Boltim Saprudin Mokoagow mengatakan, akibat blokir jalan yang dilakukan warga Atoga Timur, semua kendaraan dari arah Tutuyan menujuh Kotamobagu tidak bisa tembus karena akses jalan putus. Pun dengan kendaraan dari Kotamobagu ke Tutuyan tidak bisa lewat, mereka pun balik pulang ke Kotamobagu dan Modayag dan kebanyakan mereka Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tetapi dengan adanya bantuan dari pihak kepolisian Polres Bolmong, jalan Atoga yang di blokir kini bisa dibuka kembali. Namun pihak kepolisian masih tetap melakukan penjagaan untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.(riel)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*