foto ist
foto ist

Setelah Komix dan Ehabon, Kini Muncul Tren Remaja Boltim Mabuk Dengan Pembalut Wanita dan Popok Bayi

POSTotabuan.com, Tutuyan- Selain komix dan lem ehabon yang sebelumnya trend dikalangan pemuda atau para Anak Baru Gede (ABG) untuk bisa membuat mereka mabuk. Kini Remaja dan ABG di Boltim ada tren baru yang bikin mereka mabuk yang diduga Popok Bayi dan Softex atau Pembalut Wanita.

Menurut sejumlah warga Boltim, selain  komix dan ehabon yang menjadikan remaja bisa mabuk. Kini pembalut wanita dan popok bayi diduga juga sering dijadikan oleh para pemuda untuk dijadikan sebagai bahan untuk mabuk-mabukan. “Kami pernah melihat ada sekitar empat pemuda dalam keadaan mabuk diruas jalan menuju pantai Desa Togid Kecamatan Tutuyan. Setelah kami dekati minuman yang dikonsumsi oleh para pemuda tersebut bukanlah komix atau miras pada umumnya. Namun beberapa bungkus pembalut wanita yang direndam didalam air panas kemudian diminum sampai mabuk, ” ungkap warga kepada media, belum lama ini.

Bahkan menurut warga tak hanya itu, ada informasi juga bahwa beberapa waktu yang lalu sejumlah pemuda lainnya ketangkap tangan lagi melakukan pesta miras dengan cara yang sama, namun menggunakan bahan dasar popok bayi.

Hal ini pun dibenarkan mantan Kepala Badan Narkotika Nosional (BNN) Sulut, Sumirat Dwiyanto saat berkunjung di Boltim baru-baru ini guna melakukan test narkoba dikalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Boltim. Menurut dia, hasil penemuan BNN dilapangan memang benar pembalut wanita dan popok bayi mengandung zat kimia yang memabukan.

“Ada beberapa penemuan yang kami dapat, selain narkoba dan sejenisnya, komix serta ehabon yang membuat pengkonsumsi mabuk. Pembalut wanita dan popok bayi juga mengandung zat yang memabukan, ” ungkap Sumirat.(riel)

Komentar Facebook

Komentar

2 komentar

  1. upick tangahu masloman

    Kalau begitu apa tidak berbahaya kalau di gunakan terutama pada anak balita

  2. merek apa saja kah popok / softex yg memakai narkoba ??

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*