FC SERU Boltim Layangkan Protes, Panitia: Jika terbukti Daagon Bolmong di Diskualifikasi

POSTotabuan.com, Manado-Pertandingan futsal dikejuaraan Jurnalis Sulut Futsal Turnament (JSFT) yakni skuat FC SERU Boltim melawan Daagon Bolmong dilapangan kantor Gubernur Sulut, Sabtu (3/9/16) lalu berakhir dengan aksi protes oleh FC SERU Boltim terhadap panitia. Meski pertandingan 2×15 menit tersebut Daagon Bolmong menundukan FC SERU Boltim dengan angka 9-0, namun hasil itu dianggap tidak sah oleh sejumlah pemain FC SERU Boltim dan para pemain lainnya dari Manado dan Minahasa.

Pasalnya, dari berbagai keterangan saksi ternyata Daagon Bolmong telah melanggar aturan yang ditetapkan panitia yakni mereka menghadirkan pemain transfer yang bukan berprofesi wartawan di pos liputan Bolmong. “Ada beberapa pemain profesional dari Daagon Bolmong, satunya diduga mantan pemain Persibom kurang ada bekeng rabu-rabu dorang pe kartu pers sehari sebelum bertanding, ” sebut sumber.

Sehingga hal ini, FC SERU Boltim terpaksa melayangkan surat protes kepada Panitia JSFT. Dalam isi surat tersebut, FC SERU Boltim menganggap Daagon Bolmong tidak menjunjung tinggi sportifitas dalam berolahraga di kejuaraan JSFT. “Menang dan kalah itu biasa, tapi kami FC SERU Boltim sangat menjunjung tinggi sportivitas berolahraga. Jika masalah ini dibiarkan maka bisa berdampak dipertandingan selanjutnya. Makanya, tujuan surat kami supaya pantia memberikan sanksi,” ungkap ketua Tim FC SERU Boltim Faruk Langaru.

Senada disampaikan Mudrik Mamonto (Koran Manado) dan Siswanto Nua (Kawanua Post). Menurut mereka, kejuaraan JSFT seperti yang disampaikan panita merupakan ajang silahturahmi para wartawan se-Sulut. Artinya, pertandingan ini hanya dikhususkan kepada wartawan saja. Bukan menggunakan pemain transfer bukan profesi wartawan.

“Makanya kami sudah meminta panitia, untuk mengusut beberapa pemain Daagon Bolmong bukan profesi wartawan tapi dibuatkan kartu pers. Salah salah satu cara adalah melihat berita mereka selama satu bulan bulan terakhir. Dan kalaupun memang mereka sebagai wartawan, panitia diminta supaya mereka membuat berita sendiri. Dengan cara ini bisa diketahui apakah mereka benar-benar wartawan atau wartawan jadi-jadian, ” urai Mudrik diiakan Siswanto.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Kejuaraan JSFT Ronald Rompas bersama kawan-kawanya menyatakan akan menindak-lanjuti surat protes FC SERU Boltim terhadap Daagon Bolmong. Panitia tidak segan-segan mejatuhkan sanksi diskualifikasi jika terbukti beberapa pemain Daagon Bolmong bukan wartawan resmi. “Kami akan kumpulkan bukti, jika benar pasti sanksinya diskualifikasi dari pertandingan ini, ” tegas Ronald.(dil)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*