Astaga biaya UN 800 ribu, orang tua siswa sesalkan pihak SMAN Kotabunan

POSTotabuan.com, Kotabunan-Sejumlah orang siswa yang anaknya sekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kotabunan yang sekarang duduk di bangku kelas tiga atau kelas ujian, mengeluhkan pihak sekolah. Pasalnya biaya Ujian Nasional (UN), pihak sekolah  membebankannya kepada para siswa sebesar Rp800 ribu.

Menurut para orang siswa tersebut, memasuki tahun ajaran baru bulan Juli 2016, pihak sekolah mengundang rapat mereka selaku orang siswa, dengan maksud membicarakan masalah UN tahun depan. Dalam rapat tersebut pihak sekolah memutuskan dimana biaya ujian dipatok Rp800 ribu persiswa. Namun karena itu keputusan sekolah mereka selaku orang dengan terpaksa mengikuti keputusan tersebut.

“Pihak sekolah menetapkan biaya ujian sebesar Rp800 ribu, dengan cara dicicil perbulannya Rp65 ribu hingga lunas sampai dengan waktu yang di tentunkan, ” ungkap sejumlah orang siswa yang meminta nama mereka tidak disebutkan.

Yang sangat disesalkan kata beberapa orang tua tersebut, SMA lain di Boltim tidak ada pungutan biaya ujian seperti SMAN Kotabunan.

“Menurut kami langkah sekolah ini sangat memberatkan para orang tua, karena informasi dimana sekolah lain tidak ada pungutan atau biaya ujian seperti ini. Anehnya, SMA Kotabunan adalah sekolah negeri tetapi biaya ujian dibebankan ke siswa. Sehingga ini perlu dipertanyakan, karena yang kami tahu yang namanya biaya ujian semua ditanggung pemerintah, apa terlebih sekolah itu sekolah negeri, ” beber sumber tersebut.

Senada juga diungkapkan beberapa siswa kelas tiga SMAN Kotabunan. Mereka membenarkan bahwa biaya UN itu dibebankan kepada mereka selaku siswa. “Benar, biaya ujian nasional kami siswa sendiri yang tanggung sebesar Rp800 ribu. Begitu juga dengan siswa yang mendapat beasiswa, biaya ujiannya itu langsung dipotong dari beasiswa tersebut. Jadi yang mendapat beasiswa mereka tidak lagi membayar biaya UN, karena langsung potong dari beasiswa itu, ” ungkap para siswa tersebut.

Terkait hal ini, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN Kotabunan Sriwati Napu ketika dikonfirmasi hal ini melalui telpon mengatakan datang saja ke sekolah langsung biar dijelaskan. “Saya tunggu di sekolah untuk menjelaskannya biar semua jelas, ” kata Napu.

Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan Nasioanl (Diknas) Pemkab Boltim, Yusri Damopolii ketika dikonfirmasi masalah ini tidak memberikan penjelasannya. Pasalnya, saat dihubungi nomor Damopolii dalam keadaan aktif tapi tidak di angkat-angkat. Begitu juga di SMS tidak ada balasannya.(riel)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*