Kapan Air Radiator Perlu Diganti?

POSTotabuan.com – Pada dasarnya radiator yang menjadi sistem pendingin mesin harus dicek secara berkala dan dibersihkan dari kotoran yang menempel, agar tetap berfungsi dengan baik. Sebab, kalau dibiarkan, kotoran bisa menghambat sirkulasi water coolant dan otomatis temperatur mesin cepat naik alias overheat.

Menurut Dirjo, mekanik dari Anjany Racing, untuk melihat kondisi radiator harus dikuras atau tidak bisa dengan mengecek warna cairan di dalamnya. Bisa dengan membuka tutup radiator atau cek warna water coolant dari tabung reservoir.

Nah, kalau sudah waktunya dikuras Anda bisa datang kebengkel langganan, tapi kalau untuk melakukannya sendiri, bisa perhatikan cara-cara berikut ini.

“Menguras radiator, lebih baik mesin motor dalam kondisi ¬†jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Kalau kondisi mesin normal tidak panas ataupun dingin, kerak radiator mudah dikeluarkan,” ujar Dirjo saat ditemuiVIVA.co.id di Jalan Panjang, Kelapa Dua, Jakarta Barat, Senin 1 Agustus 2016.

Menurutnya kalau menguras radiator dalam kondisi radiator ikut dingin jadi lebih rumit. Karena kotoran yang menempel pada radiator akan cepat mengering dan sangat mudah menempel pada dinding radiator.

“Maka kami menyarankan, kondisinya jangan terlalu dingin banget. Pun kalau terlalu panas, nanti saat proses membuka baut atau membuka saluran pembuangan radiator bisa rusak atau gugus,” kata Dirjo.
Nah untuk Idealnya saat proses pengurasan radiator bisa dilakukan dua sampai tiga kali pengulangan, tergantung air yang keluar nanti. “Biarkan radiator tetap menempel pada motor, jadi tinggal buka tutupnya untuk masukan air biasa untuk hasil yang lebih maksimal saat menguras radiator menambahkan radiator flush,” ujar dia.
Dirjo menambahkan, untuk cairan flush ini, cukup gunakan sekitar 100 ml, ini berfungsi untuk mengangkat kotoran yang menempel didalam radiator. Selain itu, radiator flush juga mampu menetralisir kadar asam dan menetralisir residu minyak.
Kalau air dan flush sudah dimasukkan. “Nyalakan motor kurang lebih 15 menit, setelah itu coba dinginkan mesin baru buka saluran pembuangannya. Kalau saat dibuang airnya keruh berarti lakukan sekali lagi sampai bersih” kata Dirjo.
Sumber: Viva.co.id

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*