Assagaf Tekankan Usulan Program Desa Harus Skala Prioritas

POSTotabuan.com, Kotabunan – Setelah menggelar Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ditingkatan desa. Kini sebanyak 15 desa se Kecamatan Kotabunan mengusulkan program pembangunan mereka untuk tahun 2017 mendatang melaui Musrenbang kecamatan, bertempat di kantor Kecamatan Kotabunan pada Rabu (10/2/16) siang tadi.

Camat Kotabunan, Ikhlasetiawan Pasambunan mengatakan Musrenbang kecamatan ini dilaksanakan karena berdasarakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang ada di 15 yang ada di Kecamatan Kotabunan.

“RPJMDes adalah patokan utama untuk bisa melaksanakan semua pembangunan yang diusulan oleh setiap desa. Tetapi, untuk menentukan pembangunan dalam desa bisa terlakasana, semua tergantung pemerintah dan ketersediaan dana yang ada, ” ujar Pasambuna.

Assagaf-Tekankan-Usulan-Program-Desa-Harus-Skala-Prioritas-2

Sementara Sekkab Boltim Ir Muhammad Assagaf menegaskan bahwa program perencanaan pembangunan wajib dilakukan oleh setiap desa. Artinya, semua desa berhak mengusulkan anggaran pembangunan sebanyak Rp 500 miliar. Akan tetapi, usulan program atau pembangunan akan dilihat mana yang prioritas dan mana yang skala prioroitas.

“Silahkan masukan usulan sebanyak-banyaknya karena perencanaan itu wajib. Namun usulan program harus sesuai kebutuhan, bukan atas keinginan. Sebab, gunanya melaksanakan Musrenbang untuk mengetahui semua usulan ditingkatan desa dan kecamatan, ” tegas Assagaf.

Assagaf-Tekankan-Usulan-Program-Desa-Harus-Skala-Prioritas-3

Selain progam desa, Assagaf juga menyinggung soal tingkat keaktifan para pendamping desa. Menurutnya, peran penting pendamping desa sejak tahap awal hingga akhir pada proses pembangunan di desa, sangat penting. Namun hingga sekarang kinerja serta tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari para pendamping desa itu belum juga kelihatan. Buktinya, sampai saat ini semua desa di Boltim satupun belum ada yang memasukan RPJMDES, RKPDES dan APBDES.
“Ini bukti bahwa pendamping desa belum mengetahuinya tupoksinya masing-masing. Jika para pendamping desa merasa tidak mampu untuk mendampingi serta memberikan masukan atau terobosan yang mengarah pada kemajuan pembangunan desa, silahkan angkat kaki dari Boltim. Bahkan lebih parah lagi jika ada Sangadi yang belum kenal siapa saja para pendamping desanya, ” tandas Assagaf.

Assagaf-Tekankan-Usulan-Program-Desa-Harus-Skala-Prioritas-4

Musrenbang ini selain dihadiri para Sangadi, Sekdes, aparat desa, pendamping desa, juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan instansi terkait.(advetorial)

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*